Rasa yang dialami penulis dalam ungkapan puisi tersebut adalah
Rasa yang dialami penulis dalam ungkapan puisi tersebut adalah galau
Rasa yang dialami penulis dalam ungkapan puisi tersebut adalah galau
Kita saksikan zat asamdidesak asam arangdan karbon dioksid itumenggilas paru-paruKita saksikanGunung memompa abuAbu membawa batuBatu membawa linduLindu membawa longsorLongsor membawa airAir membawa banjirBanjir membawa airair. Majas yang terkandung pada bait tersebut adalah personifikasi
Dialah sang sutradaraDan kita semua para ….Maka persoalan yang utamaBagaimana memainkan peran kitaKarena kita tidak bisa memilihMari bermain dalam bimbinganNya. Diksi yang tepat untuk melengkapi larik kedua puisi tersebut adalah aktornya
Setelah datang keesokan hariBaginda berangkat diiringkan menteriSetelah sampai di istana sendiriLangsung masuk mendapatkan putri Berdasarkan isi dan pola rimanya, puisi itu digolongkan ke dalam syair
senja yang pilumembuat hari kian membirulangit tampak keruhmengantar kepergianmu pahlawanku. gerimis jatuh membasahi pucuk sunyimelagukan nada-nada lara hatisaat doa-doa ikut tertanambersama bayangmu yang kian tenggelam. tema puisi tersebut adalah pahlawan
HAMPASepi di luarSepi menekan mendesakLurus kaku pohonanTak bergerakSampai ke puncakSepi memagutSegala menanti, menanti, menantiSepiTambah ini menanti jadi mencekikMemberat mencekung pundaSampai binasa segala. Belum apa-apa.Karya Chairil AnwarAmanat yang tepat dalam puisi tersebut adalah menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan.
Tema puisi tersebut adalah pulangnya anak tersayang
Bacalah puisi berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal-soal berikut!.Wahai sahabatUntuk slamanyaKita percayaTebarkan arah jangan pernah lelahUntukmu sahabat. Tema puisi tersebut adalah persahabatan
Untuk menemukan makan dalam sebuah puisi, pembaca harus membaca puisi dengan saksama dan memperhatikan banyak faktor dalam puisi tersebut. Salah satunya adalah penggunaan bahasa
Dalam termangu aku masih menyabut nama-Mu.CayaMu panas suciTinggal kerlip lilin di kelam sunyi. Puisi di atas berjudul doa