Rokok memang komoditas yang sensitif. Meski terdesak berbagai regulasi pembatasan konsumsi, distribusi, dan promosi serta gelombang gugatan hukum ( di Negara maju ), barang barang berbahan tembakau itu dibuang sayang. Alasan klasiknya tetap kenyataan bahwa rokok menghidupi mata rantai ekonomi yang panjang. Jutaan orang mendapat rezeki dari kepulan asapnya. APBN 2017 mematok pendapatan cukai Rp 157,16 triliun, yang Rp 149,88 Triliun atau 95% dari produk tembakau. Keluhan bahwa jutaan orang mati menderita karenanya masih kalah dengan argumen benefit ekonomi tersebut.Yang merupakan gagasan utama dari paragraf diatas adalah

Rokok memang komoditas yang sensitif. Meski terdesak berbagai regulasi pembatasan konsumsi, distribusi, dan promosi serta gelombang gugatan hukum ( di Negara maju ), barang barang berbahan tembakau itu dibuang sayang. Alasan klasiknya tetap kenyataan bahwa rokok menghidupi mata rantai ekonomi yang panjang. Jutaan orang mendapat rezeki dari kepulan asapnya. APBN 2017 mematok pendapatan cukai Rp 157,16 triliun, yang Rp 149,88 Triliun atau 95% dari produk tembakau. Keluhan bahwa jutaan orang mati menderita karenanya masih kalah dengan argumen benefit ekonomi tersebut.Yang merupakan gagasan utama dari paragraf diatas adalah rokok komoditas yang sensitif