Tujuan bimbingan kelompok untuk: 1) Menghilangkan perasaan kurang percaya diri dan rendah diri yang tidak sesuai dengan keadaan diri. Dan 2) Membiasakan diri untuk sanggup menerima dan menghargai orang lain. Apabila tujuan bimbingan kelompok seperti yang disebutkan di atas, maka teknik bimbinga kelompok yang digunakan

Tujuan bimbingan kelompok untuk: 1) Menghilangkan perasaan kurang percaya diri dan rendah diri yang tidak sesuai dengan keadaan diri. Dan 2) Membiasakan diri untuk sanggup menerima dan menghargai orang lain. Apabila tujuan bimbingan kelompok seperti yang disebutkan di atas, maka teknik bimbinga kelompok yang digunakan sosiodrama

Guru bimbingan dan konseling menyampaikan kebutuhan dukungan dalam memperlancar pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling kepada pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah, kepala sekolah, personal ahli/profesi lain yang memiliki kapasitas memberi masukan dalam membantu pengembangan potensi atau pengentasan masalah peserta didik/konseli, berperan sebagai

Guru bimbingan dan konseling menyampaikan kebutuhan dukungan dalam memperlancar pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling kepada pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah, kepala sekolah, personal ahli/profesi lain yang memiliki kapasitas memberi masukan dalam membantu pengembangan potensi atau pengentasan masalah peserta didik/konseli, berperan sebagai konsulti

Siswa-siswa di sekolah mulai asyik dengan dunia maya seperti social media, youtube, game online dan lain-lain. Hal ini menjadi peluang begitu juga masalah dalam waktu bersamaan. Seorang konselor akan mensingkapi hal ini dengan cara yang benar salah satunya

Siswa-siswa di sekolah mulai asyik dengan dunia maya seperti social media, youtube, game online dan lain-lain. Hal ini menjadi peluang begitu juga masalah dalam waktu bersamaan. Seorang konselor akan mensingkapi hal ini dengan cara yang benar salah satunya bersama tim it sekolah membuat sarana medsos edukatif untuk pengembangan media dan optimalisasi layanan

Berbeda dengan layanan dasar yang dapat dirancang pelaksanaannya, layanan responsif kerapkali bersifat insidental. Layanan responsif merupakan layanan yang mendesak dan perlu segera diberikan. Berikut ini adalah alasan yang paling tepat mengapa layanan responsif perlu segera diberikan

Berbeda dengan layanan dasar yang dapat dirancang pelaksanaannya, layanan responsif kerapkali bersifat insidental. Layanan responsif merupakan layanan yang mendesak dan perlu segera diberikan. Berikut ini adalah alasan yang paling tepat mengapa layanan responsif perlu segera diberikan apabila tidak segera ditangani dapat menimbulkan masalah lain