Sejarah Indonesia pada masa Demokrasi Liberal (1950-1955) ditandai dengan silih bergantinya kabinet Natsir, kabinet Sukiman, kabinet Wilopo, dan kabinet Ali Sastromidjojo. Kabinet-kabinet tersebut didukung oleh partai-partai pemerintah, namun rata-rata hanya bertahan satu tahun dan tidak dapat melaksanakan programnya karena mendapatkan tekanan dari partai oposisi. Akibatnya terjadi ketidakstabilan politik dan kehidupan ekonomi merosot. Berdasarkan wacana di atas, 3 konsep pokok Demokrasi Liberal di Indonesia dapat diidentifikasi sebagai berikut kekuasaan eksekutif dominan, presiden sbg kepala pemerintahan, partai pemerintah