Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama) Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah?

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama) Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah orang pertama sebagai tokoh utama

()Berbahasa santun seharusnya sudah menjadi suatu tradisi yang dimiliki oleh setiap orang sejak kecil. (2)Anak perlu dibina dan dididik berbahasa santun. (3)Apabila dibiarkan, tidak mustahil rasa kesantunan itu akan hilang. (4) Jika rasa kesantunan tersebut hilang, anak-anak akan menjadi orang yang arogan, kasar, dan jauh dari nilai-nilai etika dan agama. (5) Tentu saja, kondisi itu tidak diharapkan oleh orangtua dan masyarakat manapun.Kata-kata persuasif terdapat dalam kalimat nomor?

()Berbahasa santun seharusnya sudah menjadi suatu tradisi yang dimiliki oleh setiap orang sejak kecil. (2)Anak perlu dibina dan dididik berbahasa santun. (3)Apabila dibiarkan, tidak mustahil rasa kesantunan itu akan hilang. (4) Jika rasa kesantunan tersebut hilang, anak-anak akan menjadi orang yang arogan, kasar, dan jauh dari nilai-nilai etika dan agama. (5) Tentu saja, kondisi itu tidak diharapkan oleh orangtua dan masyarakat manapun.Kata-kata persuasif terdapat dalam kalimat nomor 1,2

Menggunakan kata sapaan (hadirin, kalian, bapak-bapak, saudaea-saudara, teman-teman). 2. Menggunakan kata ganti orang pertama yaitu penceramah (saya, kami, kita). 3. Tidak menggunakan pernyataan-pernyataan berupa definisi (adalah, merupakan, yakni). 4. Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan sesuai topik (aplikasi, gadget, chatting). 5. Menggunakan kata-kata yang kasar dan tidak sopan. Yang bukan merupakan ciri – ciri kebahasaan dalam ceramah?

Menggunakan kata sapaan (hadirin, kalian, bapak-bapak, saudaea-saudara, teman-teman). 2. Menggunakan kata ganti orang pertama yaitu penceramah (saya, kami, kita). 3. Tidak menggunakan pernyataan-pernyataan berupa definisi (adalah, merupakan, yakni). 4. Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan sesuai topik (aplikasi, gadget, chatting). 5. Menggunakan kata-kata yang kasar dan tidak sopan. Yang bukan merupakan ciri – ciri kebahasaan dalam ceramah 3 dan 5

Bacalah teks berikut!(1) Jeruk nipis memiliki manfaat untuk menyehatkan rambut. (2) Sudah sejak lama, jeruk nipis digunakan sebagai bahan campuran sampo. (3) Jeruk nipis juga ternyata bisa menghilangkan ketombe. (4) Caranya adalah sebagi berikut: (5) Siapkan dua buah jeruk nipis yang masing-masing dipotong tiga. (6) Gosokan potongan jeruk nipis tersebut pada kulit kepada dan rambut sampai rata hingga ke seluruh bagian rambut. (7) Setelah itu, bungkus kepala dengan handuk, lalu biarkan hingga satu malam. (8) Keesokan harinya, keramas dan bilas rambut yang telah digosok potongan jeruk nipis tersebut hingga tidak teersisa serpihan jeruk di rambut. (9) lakukan cara ini hingga tiga kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Bukti teks tersebut merupakan prosedur adalah didahului dengan pernyataan umum yang terdapat pada kalimat?

Bacalah teks berikut!(1) Jeruk nipis memiliki manfaat untuk menyehatkan rambut. (2) Sudah sejak lama, jeruk nipis digunakan sebagai bahan campuran sampo. (3) Jeruk nipis juga ternyata bisa menghilangkan ketombe. (4) Caranya adalah sebagi berikut: (5) Siapkan dua buah jeruk nipis yang masing-masing dipotong tiga. (6) Gosokan potongan jeruk nipis tersebut pada kulit kepada dan rambut sampai rata hingga ke seluruh bagian rambut. (7) Setelah itu, bungkus kepala dengan handuk, lalu biarkan hingga satu malam. (8) Keesokan harinya, keramas dan bilas rambut yang telah digosok potongan jeruk nipis tersebut hingga tidak teersisa serpihan jeruk di rambut. (9) lakukan cara ini hingga tiga kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Bukti teks tersebut merupakan prosedur adalah didahului dengan pernyataan umum yang terdapat pada kalimat 1, 2, 3, 4

Satu lagi budaya Indonesia yang dicuri Malaysia yaitu tari pendet. Tari pendet yang sangat dicintai masyarakat Bali telah digunakan negeri jiran itu untuk promosi pariwisatanya. Manuver ini menambah panjang daftar pencaplokan budaya Indonesia. Sebelumnya, negeri serumpun itu mengakui lagu “Rasa Sayange”, batik, musik angklung, dan reog Ponorogo sebagai budayanya. Kita marah dan menuntut Malaysia menyampaikan permohonan maaf serta menarik kembali iklan itu.Ketika kasus tari pendet ramai dipersoalkan Indonesia, seorang produser iklan pariwisata Malaysia dengan enteng menjawab,Tidak ada salahnya kami mempromosikan tarian Indonesia. Karena tema yang kami angkat adalah The Truly Asia. Akan tetapi, si produser itu lupa bahwa triknya terlalu mudah dibaca. Penjelasan tentang tari pendet berasal dari Indonesia tidak ada di bawah iklan. Kita sebagai bangsa besar dengan kekayaan budaya tiada tara boleh saja kesal dan marah, tetapi itu semua tidak menyelesaikan masalah. Besok atau lusa, hanya soal waktu, Malaysia akan mengklaim lagi budaya Indonesia sebagai budayanya. Jika Indonesia ribut, mereka tinggal melayangkan permohonan maaf. Yang penting, citra sebagai The Trully Asia sudah terbentuk.Indonesia harus menyikapi pengakuan tari pendet oleh Malaysia dengan serius, sistematis, dan komprehensif. Pariwisata harus dikelola dengan lebih gencar, memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki, terutama kekayaan budaya. Tiada guna kita berang terhadap ulah si Trully Asia tanpa langkah nyata untuk membangun martabat bangsa. Letak kalimat fakta pada tajuk tersebut adalah?

Satu lagi budaya Indonesia yang dicuri Malaysia yaitu tari pendet. Tari pendet yang sangat dicintai masyarakat Bali telah digunakan negeri jiran itu untuk promosi pariwisatanya. Manuver ini menambah panjang daftar pencaplokan budaya Indonesia. Sebelumnya, negeri serumpun itu mengakui lagu “Rasa Sayange”, batik, musik angklung, dan reog Ponorogo sebagai budayanya. Kita marah dan menuntut Malaysia menyampaikan permohonan maaf serta menarik kembali iklan itu.Ketika kasus tari pendet ramai dipersoalkan Indonesia, seorang produser iklan pariwisata Malaysia dengan enteng menjawab,Tidak ada salahnya kami mempromosikan tarian Indonesia. Karena tema yang kami angkat adalah The Truly Asia. Akan tetapi, si produser itu lupa bahwa triknya terlalu mudah dibaca. Penjelasan tentang tari pendet berasal dari Indonesia tidak ada di bawah iklan. Kita sebagai bangsa besar dengan kekayaan budaya tiada tara boleh saja kesal dan marah, tetapi itu semua tidak menyelesaikan masalah. Besok atau lusa, hanya soal waktu, Malaysia akan mengklaim lagi budaya Indonesia sebagai budayanya. Jika Indonesia ribut, mereka tinggal melayangkan permohonan maaf. Yang penting, citra sebagai The Trully Asia sudah terbentuk.Indonesia harus menyikapi pengakuan tari pendet oleh Malaysia dengan serius, sistematis, dan komprehensif. Pariwisata harus dikelola dengan lebih gencar, memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki, terutama kekayaan budaya. Tiada guna kita berang terhadap ulah si Trully Asia tanpa langkah nyata untuk membangun martabat bangsa. Letak kalimat fakta pada tajuk tersebut adalah paragraf pertama kalimat kedua

() Berbagai pihak mulai sibuk menyongsong Ujian Nasional SMP 2010. (2) Salah satunya adalah kesibukan Direktorat Pembinaan SMP menyelenggarakan kegiatan Pendalaman Materi UN bagi Tim Pengembang Kurikulum. (3) Dinas Pendidikan di daerah-daerah juga sibuk melakukan sosialisasi ke satuan pendidikan tentang pelaksanaan UN yang akan dilaksanakan akhir Maret . (4) Begitu juga, sekolah-sekolah mulai giat mengadakan kegiatan belajar tambahan untuk siswa kelas IX. Kalimat utama paragraf tersebut ditandai dengan nomor?

() Berbagai pihak mulai sibuk menyongsong Ujian Nasional SMP 2010. (2) Salah satunya adalah kesibukan Direktorat Pembinaan SMP menyelenggarakan kegiatan Pendalaman Materi UN bagi Tim Pengembang Kurikulum. (3) Dinas Pendidikan di daerah-daerah juga sibuk melakukan sosialisasi ke satuan pendidikan tentang pelaksanaan UN yang akan dilaksanakan akhir Maret . (4) Begitu juga, sekolah-sekolah mulai giat mengadakan kegiatan belajar tambahan untuk siswa kelas IX. Kalimat utama paragraf tersebut ditandai dengan nomor 1

Hatta dan Drajad adalah dua pribadi dengan latar belakang yang berbeda. Hatta adalah praktisi, sedangkan Drajad adalah intelektual. Hatta kompromistis, Drajad kritis. Dengan demikian, cara penuangan nilai-nilai idealisme mereka kadang-kadang berbeda. Gagasan utama paragraf tersebut adalah?

Hatta dan Drajad adalah dua pribadi dengan latar belakang yang berbeda. Hatta adalah praktisi, sedangkan Drajad adalah intelektual. Hatta kompromistis, Drajad kritis. Dengan demikian, cara penuangan nilai-nilai idealisme mereka kadang-kadang berbeda. Gagasan utama paragraf tersebut adalah perbedaan pribadi hatta dan drajad

Novel The Da Vinci Code karya Dan Brown dan Laskar Cinta karya musisi Ahmad Dhani (Dewa), menuai kontroversi.Kedua karya itu bersitegang dengan persoalan yang menyangkut sastra dan agama atau estetika-etika. Baik Brown maupun Dhani adalah seniman yang berkarya pada wilayah estetika (kesenian) dengan bingkai teologi. Perbedaan Brown dan Ahmad Dhani terletak pada medianya.Brown berkarya lewat buku sastra (novel), sedangkan Dhani berkarya lewat lagu dan musik. Brown bisa jadi menerima kritik dari kalangan gereja antaran karyanya memuat tentang Yesus yang pernah menikah dengan Maria Magdalena dan mempunyai anak. Sementara Dhani, selain menerima kritik dari FPI lantaran menginjaka-injak karpet berkaligrafi lafdzul dzalalah, juga mendapat banyak kritik lantaran syair-syair lagunya dianggap sesat. Kritik itu antara lain datang dari budayawan Betawi, Ridwan Saidi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengeluarkan sikap. MUI bisa menerima kaligrafi bintang segi delapan di atas panggung yang digunakan Group Dewa mengekspresikan aksinya. Akan tetapi , MUI juga meminta kepada Group Dewa untuk mencabut logo yang ada pada sampul album terbaru mereka, Laskar Cinta. Kalimat utama paragraf kedua teks tersebut terdapat pada kalimat?

Novel The Da Vinci Code karya Dan Brown dan Laskar Cinta karya musisi Ahmad Dhani (Dewa), menuai kontroversi.Kedua karya itu bersitegang dengan persoalan yang menyangkut sastra dan agama atau estetika-etika. Baik Brown maupun Dhani adalah seniman yang berkarya pada wilayah estetika (kesenian) dengan bingkai teologi. Perbedaan Brown dan Ahmad Dhani terletak pada medianya.Brown berkarya lewat buku sastra (novel), sedangkan Dhani berkarya lewat lagu dan musik. Brown bisa jadi menerima kritik dari kalangan gereja antaran karyanya memuat tentang Yesus yang pernah menikah dengan Maria Magdalena dan mempunyai anak. Sementara Dhani, selain menerima kritik dari FPI lantaran menginjaka-injak karpet berkaligrafi lafdzul dzalalah, juga mendapat banyak kritik lantaran syair-syair lagunya dianggap sesat. Kritik itu antara lain datang dari budayawan Betawi, Ridwan Saidi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengeluarkan sikap. MUI bisa menerima kaligrafi bintang segi delapan di atas panggung yang digunakan Group Dewa mengekspresikan aksinya. Akan tetapi , MUI juga meminta kepada Group Dewa untuk mencabut logo yang ada pada sampul album terbaru mereka, Laskar Cinta. Kalimat utama paragraf kedua teks tersebut terdapat pada kalimat pertama