“Tangga ini terlalu pendek. Kutidak bisa mencapai langit-langit,” ucap Tikus. “Gunakan leherku sebagai tangga!” seru Jerapah. Dengan membawa kaleng cat pada mulutnya, Tikus naik ke leher Jerapah. Dengan mudah, Tikus menjangkau tempat-tempat yang sulit. Pekerjaan mereka sangat rapi. Mulai saat itu Jerapah dan Tikus menjadi tukang cat di kampung tersebut. Nilai moral pada kutipan fabel tersebut adalah?

“Tangga ini terlalu pendek. Kutidak bisa mencapai langit-langit,” ucap Tikus. “Gunakan leherku sebagai tangga!” seru Jerapah. Dengan membawa kaleng cat pada mulutnya, Tikus naik ke leher Jerapah. Dengan mudah, Tikus menjangkau tempat-tempat yang sulit. Pekerjaan mereka sangat rapi. Mulai saat itu Jerapah dan Tikus menjadi tukang cat di kampung tersebut. Nilai moral pada kutipan fabel tersebut adalah bekerja sama

Setelah melewati pegunungan salju dan pegunungan api selama tiga hari tiga malam, barulah ia sampai di Bukit Matahari, sebuah istana yang indah sekali. Dengan perlahan ia memasuki pintu gerbang. Di sebelah timur pintu gerbang ada sebuah pintu masuk ke sebuah ruangan. Dengan mantap ia masuk ke ruangan itu. Unsur teks cerita fabel yang menonjol pada kutipan tersebut adalah?

Setelah melewati pegunungan salju dan pegunungan api selama tiga hari tiga malam, barulah ia sampai di Bukit Matahari, sebuah istana yang indah sekali. Dengan perlahan ia memasuki pintu gerbang. Di sebelah timur pintu gerbang ada sebuah pintu masuk ke sebuah ruangan. Dengan mantap ia masuk ke ruangan itu. Unsur teks cerita fabel yang menonjol pada kutipan tersebut adalah latar

Perhatikan kutipan fabel berikut!Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing! Tidak akan kumaafkan! Beruang pun turun dengan menjatuhkan dirinya sambil tetap memeluk pohon. Oleh karena itu, sampai sekarang jika Kucing buang kotoran, ia akan membuat lubang dan menutupnya kembali. Hal itu dilakukan agar kotorannya tidak dimakan Beruang. Sementara itu, Beruang bisa memanjat pohon, tetapi ketika turun ia akan memerosotkan badannya ke bawah. Karakter tokoh Beruang pada kutipan fabel tersebut adalah?

Perhatikan kutipan fabel berikut!Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing! Tidak akan kumaafkan! Beruang pun turun dengan menjatuhkan dirinya sambil tetap memeluk pohon. Oleh karena itu, sampai sekarang jika Kucing buang kotoran, ia akan membuat lubang dan menutupnya kembali. Hal itu dilakukan agar kotorannya tidak dimakan Beruang. Sementara itu, Beruang bisa memanjat pohon, tetapi ketika turun ia akan memerosotkan badannya ke bawah. Karakter tokoh Beruang pada kutipan fabel tersebut adalah pendendam