Tapi Aku bawakan bunga padamu Tapi kau bilang masih Aku bawakan resahku padamu Tapi kau bilang hanya Aku bawakan darahku padamu Tapi kau bilang cuma Aku bawakan mimpiku padamu Tapi kau bilang meski Aku bawakan dukaku padamu Tapi kau bilang tapi Aku bawakan mayatku padamu Tapi kau bilang hampir Aku bawakan arwahku padamu Tapi kau bilang kalau Tanpa apa aku datang padamu Wah! Ciri dominan puisi tersebut adalah?

Tapi Aku bawakan bunga padamu Tapi kau bilang masih Aku bawakan resahku padamu Tapi kau bilang hanya Aku bawakan darahku padamu Tapi kau bilang cuma Aku bawakan mimpiku padamu Tapi kau bilang meski Aku bawakan dukaku padamu Tapi kau bilang tapi Aku bawakan mayatku padamu Tapi kau bilang hampir Aku bawakan arwahku padamu Tapi kau bilang kalau Tanpa apa aku datang padamu Wah! Ciri dominan puisi tersebut adalah kesamaan wujud bait yang digunakan penyair

Cermati penggalan teks novel sejarah berikut! Kala itu tahun 1309, Segenap rakyat berkumpul di alun-alun Kerajaan Majapahit. Semua berdoa, apapun warna agamanya, apakah Siwa, Buddha, maupun Hindu. Semua arah perhatian ditujukan dalam satu pandang, ke Purawaktra yang tidak dijaga terlampau ketat.Kutipan tersebut termasuk bagian struktur?

Cermati penggalan teks novel sejarah berikut! Kala itu tahun 1309, Segenap rakyat berkumpul di alun-alun Kerajaan Majapahit. Semua berdoa, apapun warna agamanya, apakah Siwa, Buddha, maupun Hindu. Semua arah perhatian ditujukan dalam satu pandang, ke Purawaktra yang tidak dijaga terlampau ketat.Kutipan tersebut termasuk bagian struktur a. orientasi