Kamu mengapa, Du? tanya kakek dengan sedih. Maafkan Badu, Kek. Tadi Badu makan mangga yang masih kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut, kata Badu sambil terisak. Sudahlah, Du, lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya. Amanat penggalan cerpen tersebut adalah
Kamu mengapa, Du tanya kakek dengan sedih. Maafkan Badu, Kek. Tadi Badu makan mangga yang masih kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut, kata Badu sambil terisak. Sudahlah, Du, lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya. Amanat penggalan cerpen tersebut adalah kita harus menuruti nasihat orang tua.