Indikasi akan terjadinya krisis moneter sebenarnya sudah tercium sejak 1997. Tepatnya di bulan Agustus tahun 1997, mata uang rupiah terlihat merosot dan mencapai titik terendahnya pada bulan September. Jika bulan-bulan sebelumnya nilai rupiah berada di angka Rp2.380 per dolar, hanya dalam kurun waktu satu tahun nilai rupiah babak belur dan mengalami depresiasi mencapai 600%. Harga bahan pokok melambung. PHK terjadi diberbagai perusahaan.Pada bulan Juli 1998, 1 dolar AS dihargai Rp16.650. Meski begitu, tanggal 31 Desember 1998 nilai rupiah mulai menguat ke angka Rp8.000 per dolar. Per Maret 1998, total utang luar negeri dikabarkan tembus hingga 138 miliar dolar AS, sekitar 72,5 miliar dolar AS merupakan utang swasta. Cadangan devisa saat itu tersisa 14,44 miliar dolar AS sehingga tak cukup untuk membayar utang sekaligus bunganya.Berdasarkan hal dia atas penyebab krisis mata uang rupiah adalah hutang luar negeri yang luar biasa besar