Cermatikedua kutipan cerpen berikut!Cerpen 1Nayla terkena dengan segala petuah yang dulu orang tuanya katakan, nayla tidak hiraukan. Segala logika yang tertanam di kepalanya, Nayla abaikan. Segala peristiwa di masa lalunya, Nayla singkirkan. Cincin emas putih bcrtatahkan permata yang sudah tersemat di jari manis tangan kanannya bagaikan jendela yang terkuak lebar menatap masa depan.“Ngelamun aja kerjanya setiap hari. Ga ada gunanya sama sekali!” Nayla terkejut dan tergagap. Ja segera mengikuti langkah suaminya yang bergegas menuju kamar.(Jernari Kin, Djcnar Maesa Ayu)Cerpen 2 “Mak hendak pulang, Nak. Sudah seminggu, nanti pisang Emak ditebang orang, karet pun sayang tak disadap.” lomar Mak inang di pagi yang tak bisa ja tahan lagi. la benar benar tak ingin berlama lama di ibu kota yang sungguh aneh baginya. Sesungguhnya, Mak Inang pun aneh dengan orang-orang yang saban hari, saban minggu, saban bulan, dan saban tahun datang mengadu nasib ke kota ini. Apa yang mereka cari di rimba bernyamuk ganas Mak Inang tak bisa menghabiskan pikiran itu pada sebuah jawaban. Mak Inang ingin segera pulang.(Dua Wajah Ibu, Guntur Alam). Perbedaan karakter tokoh pada kedua kutipan cerpen tersebut adalah?
Cermatikedua kutipan cerpen berikut!Cerpen 1Nayla terkena dengan segala petuah yang dulu orang tuanya katakan, nayla tidak hiraukan. Segala logika yang tertanam di kepalanya, Nayla abaikan. Segala peristiwa di masa lalunya, Nayla singkirkan. Cincin emas putih bcrtatahkan permata yang sudah tersemat di jari manis tangan kanannya bagaikan jendela yang terkuak lebar menatap masa depan.“Ngelamun aja kerjanya setiap hari. Ga ada gunanya sama sekali!” Nayla terkejut dan tergagap. Ja segera mengikuti langkah suaminya yang bergegas menuju kamar.(Jernari Kin, Djcnar Maesa Ayu)Cerpen 2 “Mak hendak pulang, Nak. Sudah seminggu, nanti pisang Emak ditebang orang, karet pun sayang tak disadap.” lomar Mak inang di pagi yang tak bisa ja tahan lagi. la benar benar tak ingin berlama lama di ibu kota yang sungguh aneh baginya. Sesungguhnya, Mak Inang pun aneh dengan orang-orang yang saban hari, saban minggu, saban bulan, dan saban tahun datang mengadu nasib ke kota ini. Apa yang mereka cari di rimba bernyamuk ganas Mak Inang tak bisa menghabiskan pikiran itu pada sebuah jawaban. Mak Inang ingin segera pulang.(Dua Wajah Ibu, Guntur Alam). Perbedaan karakter tokoh pada kedua kutipan cerpen tersebut adalah c