nilai dalam karya sastra, kecuali?
nilai dalam karya sastra, kecuali nilai hukum
nilai dalam karya sastra, kecuali nilai hukum
Amanatyang terkandung dalam kutipan berikut adalah. Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.Kata arkais yang berwarna merah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna diperintah
Apa yang dimaksud dengan Fabel dongeng atau cerita pendek yang tokoh utamanya adalah hewan yang memiliki perilaku seperti manusia
Dimanalatar tempat cerita Jerapah, si tinggi yang baik hati di sungai
Kancilpun diam. Ia lebih suka memelihara kata-kata. Baginya diam adalah emas. Apalagi bicara bisa jadi akan menambah luka bagi siapa saja yang sedang dibicarakannya. Jadi menurutnya akan lebih baik jika ia diam. Emas dalam kutipan cerpen tersebut merupakan sebuah simbol dari kebaikan
Amanatyang terkandung dalam fabel tersebut adalah jangan suka membohongi orang lain dan jangan terlalu percaya terhadap orang lain.
Ceritayang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai kehidupan manusia disebut fabel
Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah saat serigala tertidur, ibu domba merobek perut serigala dan mengeluarkan anak-anak kambing yang telah dimakan serigala jahat itu.
Bacalahkutipan fabel berikut!Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian resolusi