Kang kita harus benar-benar pergi dari sini tanya siti halimah disela tangisnya. Tentu saja, seperkasa apapun kita melawan, kita tetap Kalah dari yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik dan orang miskin sahut karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan. Teriakan Lik Paijan masih terdengar menyayat hati. Lelaki Tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, perlawanan Lik Paijam pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satria Piningit lebih erat. Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita, kang ucap Siti Halimah getir. Iya, Mau tak Mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur bune, ditempat Lain semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik Lagi, ujar karjan.Tema yang tepat untuk kutipan novel tersebut Kalah sosial