Indonesia berada dalam status darurat narkoba. Menurut data yang dirilis Badan Narkotika Nasional (BNN) ada lebih dari lima juga pencandu narkoba di negeri ini. Angka yang memprihatinkan. Terlebih mayoritas pengguna narkoba di Indonesia adalah remaja. Teks berita di atas dimulai dengan unsur berita

Indonesia berada dalam status darurat narkoba. Menurut data yang dirilis Badan Narkotika Nasional (BNN) ada lebih dari lima juga pencandu narkoba di negeri ini. Angka yang memprihatinkan. Terlebih mayoritas pengguna narkoba di Indonesia adalah remaja. Teks berita di atas dimulai dengan unsur berita apa

Perhatikan kedua kutipan cerpen berikut! Kutipan 1 “Kalau memang masih ingin jadi juru masak, bagaimana kalau Ayah jadi juru masak di salah satu rumah makan milik saya di Jakarta? Saya tak ingin lagi berjauhan dengan Ayah.” Sejenak Makaji diam mendengar tawaran Azrial. Tabiat orang tua memang selalu begitu, walau terasa semanis gula, tak bakal langsung direguknya, meski sepahit empedu tidak pula buru-buru dimuntahkannya, mesti matang ia menimbang. Makaji memang sudah lama menunggu ajakan seperti itu. Orang tua mana yang tak ingin berkumpul dengan anaknya di hari tua? Dan kini, gayung telah bersambut, sekali saja ia mengangguk, Azrial akan segera memboyongnya ke rantau. Makaji tetap akan mempunyai kesibukan di Jakarta, ia akan jadi juru masak di rumah makan milik anaknya sendiri. Kutipan 2“Benar. Benar. Benar. Itulah negeri kami.”“Di negeri, di mana penduduknya sendiri melarat itu?”“Ya. Ya. Ya. Itulah dia negeri kami.”“Negeri yang lama diperbudak orang lain itu?”“Ya, Tuhanku. Sungguh laknat penjajah-penjajah itu, Tuhanku.”“Dan hasil tanahmu, mereka yang mengeruknya dan diangkutnya ke negerinya, bukan?”“Benar Tuhanku, hingga kami tidak mendapat apa-apa lagi. Sungguh laknat mereka itu.”“Di negeri yang selalu kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi, sedang hasil tanahmu orang lain juga yang mengambilnya, bukan?” Perbedaan yang tampak pada kedua kutipan cerpen di atas adalah

Perhatikan kedua kutipan cerpen berikut! Kutipan 1 “Kalau memang masih ingin jadi juru masak, bagaimana kalau Ayah jadi juru masak di salah satu rumah makan milik saya di Jakarta Saya tak ingin lagi berjauhan dengan Ayah.” Sejenak Makaji diam mendengar tawaran Azrial. Tabiat orang tua memang selalu begitu, walau terasa semanis gula, tak bakal langsung direguknya, meski sepahit empedu tidak pula buru-buru dimuntahkannya, mesti matang ia menimbang. Makaji memang sudah lama menunggu ajakan seperti itu. Orang tua mana yang tak ingin berkumpul dengan anaknya di hari tua Dan kini, gayung telah bersambut, sekali saja ia mengangguk, Azrial akan segera memboyongnya ke rantau. Makaji tetap akan mempunyai kesibukan di Jakarta, ia akan jadi juru masak di rumah makan milik anaknya sendiri. Kutipan 2“Benar. Benar. Benar. Itulah negeri kami.”“Di negeri, di mana penduduknya sendiri melarat itu”“Ya. Ya. Ya. Itulah dia negeri kami.”“Negeri yang lama diperbudak orang lain itu”“Ya, Tuhanku. Sungguh laknat penjajah-penjajah itu, Tuhanku.”“Dan hasil tanahmu, mereka yang mengeruknya dan diangkutnya ke negerinya, bukan”“Benar Tuhanku, hingga kami tidak mendapat apa-apa lagi. Sungguh laknat mereka itu.”“Di negeri yang selalu kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi, sedang hasil tanahmu orang lain juga yang mengambilnya, bukan” Perbedaan yang tampak pada kedua kutipan cerpen di atas adalah kutipan cerpen 1 menggunakan majas dan ungkapan, kutipan cerpen 2 menggunakan bahasa sehari-hari

Bacalahparagraf berikut! Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara menyurvei dua satwa endemik Sulawesi, yakni anoa dan burung maleo. Aktivitas itu dimaksudkan untuk mengetahui jumlah pasti populasi kedua hewan dilindungi tersebut. Survei menggunakan metode sampling di kawasan suaka margasatwa Tanjung Peropa dan Buton Utara. Gagasan utama paragraf tersebut adalah

Bacalahparagraf berikut! Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara menyurvei dua satwa endemik Sulawesi, yakni anoa dan burung maleo. Aktivitas itu dimaksudkan untuk mengetahui jumlah pasti populasi kedua hewan dilindungi tersebut. Survei menggunakan metode sampling di kawasan suaka margasatwa Tanjung Peropa dan Buton Utara. Gagasan utama paragraf tersebut adalah survei satwa endemik sulawesi