Pak Balia selalu tampil prima karena ia mencintai profesinya, menyenangi ilmu, dan lebih dari itu, amat menghargai murid-muridnya. Setiap representasi dirinya ia perhitungkan dengan teliti sebab ia juga paham di depan kelas ia adalah center of universe dan karena yang diajarkan adalah sastra, muara segala keindahan.(Sang Pemimpi. Andrea Hirata) Amanat penggalan novel tersebut adalah

Pak Balia selalu tampil prima karena ia mencintai profesinya, menyenangi ilmu, dan lebih dari itu, amat menghargai murid-muridnya. Setiap representasi dirinya ia perhitungkan dengan teliti sebab ia juga paham di depan kelas ia adalah center of universe dan karena yang diajarkan adalah sastra, muara segala keindahan.(Sang Pemimpi. Andrea Hirata) Amanat penggalan novel tersebut adalah jadilah guru yang profesional dan dapat menghargai orang lain.

Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila. Suasana yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah

Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila. Suasana yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah sedih

Namun,aku memiliki filosofi baru bahwa berbuat yang terbaik pada titik di mana aku berdiri itulah sesungguhnya sikap yang realistis. Maka sekarang aku adalah orang yang paling optimis. Jika ku ibaratkan semangat manusia sebuah kurva, sebuah grafik, maka sikap optimis akan membawa kurva itu terus menanjak. Sebaliknya aku semakin terpatri dengan cita-cita agung kami ingin sekolah ke Prancis, menginjakan kaki di almamater suci Sorbonne, menjelajahi Eropa sampai ke Amerika. Tak pernah sedikit pun terpikir untuk mengompromikan cita-cita itu. Amanat penggalan novel tersebut adalah

Namun,aku memiliki filosofi baru bahwa berbuat yang terbaik pada titik di mana aku berdiri itulah sesungguhnya sikap yang realistis. Maka sekarang aku adalah orang yang paling optimis. Jika ku ibaratkan semangat manusia sebuah kurva, sebuah grafik, maka sikap optimis akan membawa kurva itu terus menanjak. Sebaliknya aku semakin terpatri dengan cita-cita agung kami ingin sekolah ke Prancis, menginjakan kaki di almamater suci Sorbonne, menjelajahi Eropa sampai ke Amerika. Tak pernah sedikit pun terpikir untuk mengompromikan cita-cita itu. Amanat penggalan novel tersebut adalah bersikaplah optimis untuk dapat meraih cita-cita.?

Bacalah kutipan novel berikut: Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi. Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah

Bacalah kutipan novel berikut: Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi. Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah sedih

Dan bila orang mendarat dari pelayanan entah dari jauh entahlah dekat, ia akan berhenti di suatu tempat beberapa puluh langkah dari dermaga. Ia akan mengangkat sembah di hadapannya berdiri Sela Baginda, sebuah tugu batu berpahat dengan prasasti peninggalan Sri Airlangga. Bila ia meneruskan langkahnya, semua saja jalanan besar yang dilaluinya, jalanan ekonomi sekaligus militer. Ia akan selalu berpapasan dengan pribumi yang berjalan tenang tanpa gegas, sekalipun di bawah matari terik. (Pramudya Ananta Toor, Mangir)?Nilai yang terkandung dalam penggalan teks novel sejarah tersebut adalah

Dan bila orang mendarat dari pelayanan entah dari jauh entahlah dekat, ia akan berhenti di suatu tempat beberapa puluh langkah dari dermaga. Ia akan mengangkat sembah di hadapannya berdiri Sela Baginda, sebuah tugu batu berpahat dengan prasasti peninggalan Sri Airlangga. Bila ia meneruskan langkahnya, semua saja jalanan besar yang dilaluinya, jalanan ekonomi sekaligus militer. Ia akan selalu berpapasan dengan pribumi yang berjalan tenang tanpa gegas, sekalipun di bawah matari terik. (Pramudya Ananta Toor, Mangir)Nilai yang terkandung dalam penggalan teks novel sejarah tersebut adalah nilai budaya

Bacalah kutipan editorial berikut! (1) Maka, 83 tahun Sumpah Pemuda patutlah kita jadikan refleksi otokritik perjalanan politik kebangsaan, khususnya dengan membaca kondisi 10 tahun terakhir. (2) Kesadaran tentang kebhinekaan mesti disegarkan kembali. (3) Bukankah kita memiliki lebih dari 13.000 pulau, 250 bahasa dan dialek serta 1.000 etnis dan subetnis? (4) Sebenarnya gambaran itu secara jelas sudah menunjukkan bahwa kita hidup di ruang yang diliputi pluralitas. (5) Realitas itu sepatutnya terus menyadarkan tiap komponen bangsa ini untuk tidak bersikap dominan-dominanan. (6) Bukankah kita bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, Indonesia? Dilihat dari strukturnya, kutipan editorial tersebut merupakan bagian dari

Bacalah kutipan editorial berikut! (1) Maka, 83 tahun Sumpah Pemuda patutlah kita jadikan refleksi otokritik perjalanan politik kebangsaan, khususnya dengan membaca kondisi 10 tahun terakhir. (2) Kesadaran tentang kebhinekaan mesti disegarkan kembali. (3) Bukankah kita memiliki lebih dari 13.000 pulau, 250 bahasa dan dialek serta 1.000 etnis dan subetnis (4) Sebenarnya gambaran itu secara jelas sudah menunjukkan bahwa kita hidup di ruang yang diliputi pluralitas. (5) Realitas itu sepatutnya terus menyadarkan tiap komponen bangsa ini untuk tidak bersikap dominan-dominanan. (6) Bukankah kita bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, Indonesia Dilihat dari strukturnya, kutipan editorial tersebut merupakan bagian dari argumentasi

() Belum habis katanya, ia sudah menyimpang mendekati kembang setahun itu.(2) sambil menunjuk membelai-belai bunga yang segar-segar itu, ia berkata, “Bagaimana engkau tersesat di tengah rimba- rimba ini? Siapakah yang menanammu di sini?” (3) Yusuf datang mendekat pula, “Tentulah ada orang membawa kembang setahun kemari, terjatuh atau dibuangkannya di sini setangkai yang sudah tua.” (4) “Bagus benar, bagus benar,” ujar Maria, tiada memperdulikan kata Yusuf, belum puas rupanya mengucapkan kekagumannya melihat kembang itu. (5) “Kalau kita di Jakarta, tentu saya cabut sekaliannya akan ditanam di rumah.” (6) Tidak usah engkau cabut, ambil saja kembang yang tua. Cukuplah ditanami!” Kalimat yang menyatakan latar tempat dalam kutipan tersebut terdapat pada nomor

() Belum habis katanya, ia sudah menyimpang mendekati kembang setahun itu.(2) sambil menunjuk membelai-belai bunga yang segar-segar itu, ia berkata, “Bagaimana engkau tersesat di tengah rimba- rimba ini Siapakah yang menanammu di sini” (3) Yusuf datang mendekat pula, “Tentulah ada orang membawa kembang setahun kemari, terjatuh atau dibuangkannya di sini setangkai yang sudah tua.” (4) “Bagus benar, bagus benar,” ujar Maria, tiada memperdulikan kata Yusuf, belum puas rupanya mengucapkan kekagumannya melihat kembang itu. (5) “Kalau kita di Jakarta, tentu saya cabut sekaliannya akan ditanam di rumah.” (6) Tidak usah engkau cabut, ambil saja kembang yang tua. Cukuplah ditanami!” Kalimat yang menyatakan latar tempat dalam kutipan tersebut terdapat pada nomor 2

Bacalah paragraf berikut dengan saksama!Sebelum Ibu Hamid meninggal dunia, ia berpesan agar Hamid jangan menikah dengan Zainab karena orang tua Zainab telah menolong mereka memberi nafkah, serta menyekolahkannya. Lagi pula, keluarga Zainab orang kaya dan terpandang. Atas pesan almarhumah ibunya, Hamid menyadari keadaan dirinya dan menjauhi Zainab dengan pergi ke tanah Arab setelah menasehati Zainab agar mau menerima pinangan pemuda pilihan ibu Zainab yang masih saudara. Nilai moral yang terkandung dalam penggalan cerita di atas adalah

Bacalah paragraf berikut dengan saksama!Sebelum Ibu Hamid meninggal dunia, ia berpesan agar Hamid jangan menikah dengan Zainab karena orang tua Zainab telah menolong mereka memberi nafkah, serta menyekolahkannya. Lagi pula, keluarga Zainab orang kaya dan terpandang. Atas pesan almarhumah ibunya, Hamid menyadari keadaan dirinya dan menjauhi Zainab dengan pergi ke tanah Arab setelah menasehati Zainab agar mau menerima pinangan pemuda pilihan ibu Zainab yang masih saudara. Nilai moral yang terkandung dalam penggalan cerita di atas adalah tahu diri dan mau mendengarkan nasihat