Cermatilah kalimat-kalimat berikut! (1) Akun-akun itu menyusup ke facebook, twitter, youtube, dan saluran media sosial lainnya, (2) Akun-akun media sosial, (medsos) dengan konten provokatif bertebaran di dunia maya, (3) Tak jarang pula memicu gaduh lantaran menebar kebencian dan saling menghinakan, (4) Ulahnya meracik isu sering membuat dunia maya riuh.Kalimat-kalimat tersebut dapat dijadikan paragraf padu dengan urutan berikut?

Berikut jawaban yang benar dari pertanyaan: Cermatilah kalimat-kalimat berikut! (1) Akun-akun itu menyusup ke facebook, twitter, youtube, dan saluran media sosial lainnya, (2) Akun-akun media sosial, (medsos) dengan konten provokatif bertebaran di dunia maya, (3) Tak jarang pula memicu gaduh lantaran menebar kebencian dan saling menghinakan, (4) Ulahnya meracik isu sering membuat dunia maya riuh.Kalimat-kalimat tersebut dapat dijadikan paragraf padu dengan urutan berikut?

Cermatilah kutipan surat lamaran pekerjaan berikut! Dengan hormat, Saya, Maman Suherman, adalah Master Ekonomi Jurusan Manajemen Pemasaran. Saya ingin bergabung dengan perusahaan Bapak untuk menjadi direktur pemasaran cabang Majalengka. Berdasarkan isinya, surat lamaran pekerjaan di atas ditulis berdasarkan

Berikut jawaban yang benar dari pertanyaan: Cermatilah kutipan surat lamaran pekerjaan berikut! Dengan hormat, Saya, Maman Suherman, adalah Master Ekonomi Jurusan Manajemen Pemasaran. Saya ingin bergabung dengan perusahaan Bapak untuk menjadi direktur pemasaran cabang Majalengka. Berdasarkan isinya, surat lamaran pekerjaan di atas ditulis berdasarkan

Cermatilah paragraf berikut ini untuk menjawab soal nomor I dan 2!, (l) Keterbukaan batik banyuwangi terhadap perwajahan baru, warna, dan motif menunjukkan watak orang Banyuwangi yang sangat percaya diri meramu aneka pengaruh untuk kemudian diakui sebagai identitas diri, (2) Tabrak budaya ini juga terlihat pada ramuan kulinernya, seperti rawon malang dicampur dengan pecel madiun menjadi rawon pecel, (3) Orang Banyuwangi sangat terbuka menerima budaya luar untuk diolah menjadi budaya Banyuwangi, (4) Sinkretisme budaya yang juga tampak di batik banyuwangi ini menjadi sesuatu yang mutlak terjadi karena Banyuwangi hingga kini memang dihuni oleh beragam suku, (5) Kedatangan beragam suku bangsa untuk tinggal menetap di Banyuwangi antara lain dimulai pada penjajahan Belanda, (6) Belanda mendatangkan buruh perkebunan dari Jawa dan Madura.Kalimat utama paragraf tersebut adalah nomor?

Berikut jawaban yang benar dari pertanyaan: Cermatilah paragraf berikut ini untuk menjawab soal nomor I dan 2!, (l) Keterbukaan batik banyuwangi terhadap perwajahan baru, warna, dan motif menunjukkan watak orang Banyuwangi yang sangat percaya diri meramu aneka pengaruh untuk kemudian diakui sebagai identitas diri, (2) Tabrak budaya ini juga terlihat pada ramuan kulinernya, seperti rawon malang dicampur dengan pecel madiun menjadi rawon pecel, (3) Orang Banyuwangi sangat terbuka menerima budaya luar untuk diolah menjadi budaya Banyuwangi, (4) Sinkretisme budaya yang juga tampak di batik banyuwangi ini menjadi sesuatu yang mutlak terjadi karena Banyuwangi hingga kini memang dihuni oleh beragam suku, (5) Kedatangan beragam suku bangsa untuk tinggal menetap di Banyuwangi antara lain dimulai pada penjajahan Belanda, (6) Belanda mendatangkan buruh perkebunan dari Jawa dan Madura.Kalimat utama paragraf tersebut adalah nomor?

Cermatilah penggalan cerita berikut ! Semua bersedih, langit pun tampak mendung, seakan ikut bersedih. Jenazah Yuda terbaring kaku di ruang depan. Masyarakat datang berbondong-bondong memenuhi rumah duka. Mereka ikut kehilangan seorang yang selama ini dikenal sangat rajin mengurus masjid, rumah, dan ringan tangan dalam memberi bantuan. Sebagian masyarakat sudah berangkat ke pemakaman untuk menggali kuburan dan mempersiapkan pemakaman. Nilai sosial yang terkandung dalam penggalan cerita tersebut adalah

Berikut jawaban yang benar dari pertanyaan: Cermatilah penggalan cerita berikut ! Semua bersedih, langit pun tampak mendung, seakan ikut bersedih. Jenazah Yuda terbaring kaku di ruang depan. Masyarakat datang berbondong-bondong memenuhi rumah duka. Mereka ikut kehilangan seorang yang selama ini dikenal sangat rajin mengurus masjid, rumah, dan ringan tangan dalam memberi bantuan. Sebagian masyarakat sudah berangkat ke pemakaman untuk menggali kuburan dan mempersiapkan pemakaman. Nilai sosial yang terkandung dalam penggalan cerita tersebut adalah